Berita TerkiniKetahanan Pangan

Rakor Dewan Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Soppeng

Admin

Watansoppeng, 30 November 2019 bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng dilaksanakan rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Soppeng. Acara rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Soppeng selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng. Diawali dengan sambutan Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng Ir. Fajar, MMA. Selaku Ketua Panitia, menyampaikan bahwa acara rapat koordinasi dihadiri oleh para undangan yang mencapai sekitar 200 orang yang terdiri dari Para Camat, Kepala Desa/Lurah, PPL, KTNA Se Kabupaten Soppeng, serta para undangan lainnya dari Instansi/Lembaga terkait, dan juga para Narasumber dari Pemprov Sulsel dan Pimpinan Forkopimda Kabupaten Soppeng. Selain itu disampaikan data awal terkait ketahanan pangan, bahwa berdasarkan kajian peta rawan pangan skala Kabupaten dan Kecamatan, secara keseluruhan cukup aman dari rentan pangan, akan tetapi untuk level Desa/Kelurahan, terdapat 2 Desa dalam kategori Sangat rentan rawan pangan, 5 Desa kategori Rentan dan 4 Desa agak rentan rawan pangan.

Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng tahun 2019 ini mengangkat tema “Sinergitas Pengentasan Daerah Rentan Rawan Pangan Menuju Kedaulatan Pangan Wilayah”. Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Soppeng H. A. Kaswadi Razak, SE. Selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng. Dalam sambutan pembukaan beliau menyampaikan agar rapat koordinasi ini dimanfaatkan dengan baik, menuangkan ide dan inovasi dalam mengatasi masalah rawan pangan yang terjadi. Beliau juga menyampaikan perkembangan ekonomi Kabupaten Soppeng yang didukung oleh besarnya kontribusi sektor pertanian, terutama tanaman pangan jenis padi dan jagung. Terakhir beliau berpesan agar para anggota Dewan Ketahanan Pangan bisa bersinergi Mendeteksi secara dini rentan pangan, serta menyampaikan adanya upaya perlindungan lahan pertanian, yang sementara dalam tahap penyusunan Perda sebagai salah satu langkah mempertahankan produksi pangan diwilayah Kabupaten Soppeng untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan.

Selanjutnya untuk sesi rapat koordinasi anggota Dewan Ketahanan Pangan yang dimoderatori oleh Sekretaris Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng Ariyadin Arif S.TP, M.Si dengan Narasumber dari Pokja Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel Ir. H. Asri Agung Pananrang, MM. Selaku Ketua Harian, Sekretaris Dinas KPTPH Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Kabupaten Soppeng H. Saharuddin M. Adam, SE, Perwakilan Dandim 1423 Soppeng dan Polres Soppeng, dibahas upaya-upaya sinergis yang terkait dengan penanganan daerah rentan rawan pangan di Kabupaten Soppeng.

Ketua Harian Pokja Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan H. Asri Agung Pananrang, MM. menyampaikan dalam rapat koordinasi tersebut terkait regulasi pangan yang diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 dan PP Nomor 17 Tahun 2015. Beliau juga menyampaikan bahwa persoalan pangan sangat kompleks, terutama dalam hal ketersediaan dan distribusi yang menjadi kewenangan urusan pertanian, termasuk perikanan. Berbagai aspek yang mempengaruhi produksi dan distribusi pangan harusnya menjadi bahan dalam setiap rapat koordinasi para anggota Dewan Ketahanan Pangan Daerah. Dari segi pemanfaatan pangan lokal, beliau mencontohkan adanya daerah yang menerapkan Peraturan untuk konsumsi pangan lokal yaitu Kabupaten Gowa dan Jeneponto sebagai sebuah upaya dalam mengoptimalkan sumber pangan lokal di wilayah masing-masing. Disampaikan pula terkait dengan tema rakor, bahwa data adanya 11 Desa/Kelurahan di Kabupaten Soppeng yang masuk kategori sangat rentan, rentan dan cukup rentan, salah satu solusi dalam mengatasi hal tersebut yaitu dengan membuat kantong-kantong cadangan pangan (gudang cadangan pangan) di wilayah tersebut, dengan mengalokasikan pengisian bahan melalui APBD Kabupaten atau sumber lainnya. Terakhir beliau sangat mengapresiasi, Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng yang konsisten melakukan rapat koordinasi setiap tahunnya, sebagai sebuah hal yang positif untuk upaya mewujudkan Ketahanan Pangan Wilayah.

Sementara Sekretaris Dinas KPTPH Provinsi Sulawesi Selatan secara umum menyampaikan bahwa Beras sulsel, termasuk Beras Soppeng di dalamnya telah terdistribusi ke 27 provinsi yang ada di Indonesia, hal tersebut menggambarkan besarnya surplus pangan terutama beras di Sulawesi Selatan yang mencapai 2,4 juta ton per tahun. Selain itu disampaikan hasil kajian yang menunjukkan penurunan konsumsi beras masyarakat Sulawesi Selatan dari 115 kg/kapita/tahun  menurun menjadi 109 kg/kapita/tahun, sebagai sebuah indikator keberhasilan pembangunan ketahanan pangan dalam hal konsumsi pangan. Adanya penurunan mengindikasikan bahwa pangan yang dikonsumsi tidak hanya terbatas pada beras, tapi lebih seimbang dengan konsumsi pangan jenis lainnya.

Related Articles

Back to top button