Berita TerkiniPembinaan & Penyuluhan

Pembinaan dan Pelatihan Rutin Penyuluhan Pertanian

Senin, 21 Mei 2018. Bertempat di masing-masing Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Se Kabupaten Soppeng kembali dilaksanakan pembinaan/pelatihan kepada para penyuluh pertanian. Kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin, dimana setiap hari senin pada minggu I dan III setiap bulan berjalan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas penyuluh pertanian dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan/pendampingan di wilayah kerja masing-masing.

Keberhasilan program pembangunan pertanian sangat bergantung pada kinerja penyuluhan pertanian, sehingga kegiatan terkait peningkatan kapasitas SDM tenaga penyuluh pertanian menjadi sangat penting. Pembinaan/Pelatihan rutin juga menjadi forum komunikasi dan koordinasi antara bidang teknis dengan para penyuluh terkait program dan kegiatan dari masing-masing bidang. Berdasarkan pantauan untuk pelatihan/pembinaan rutin penyuluhan pertanian pada minggu III bulan Mei 2018 ini, di BPP Kecamatan Liliriaja, hadir Kabid. Peternakan dan Kesehatan Hewan Haeruddin, S.Pt, M.Si, Koordinator POPT Kabupaten Soppeng Supriadi, SP. dan juga Koordinator BPP Kecamatan Liliriaja sendiri Tajuddin, S.Pt selaku narasumber. Sementara untuk Kecamatan Marioriwawo, hadir Fungsional Penyuluh Pertanian Kabupaten Kardin, SP. dan Kabid. Pembinaan dan Penyuluhan M.Rum, SP. MMA. bersama dengan Koordinator BPP Kecamatan Marioriwawo H. Muh. Saleh, S.Pt.

Metode dalam pembinaan rutin ini, yaitu pembahasan terkait metode-metode penyuluhan maupun aspek teknis lainnya yang terkait dengan Program dan Kegiatan pada Dinas Pertanian yang terkait dengan capaian Kinerja. Jadwal setiap bidang teknis diatur secara bergiliran untuk menghadiri pembinaan di setiap Kecamatan. Untuk tahun 2018 ini, konsen utama penyuluhan pertanian terkait dengan peningkatan produksi padi, jagung, kedelai melalui UPSUS Pajale, peningkatan populasi sapi melalui UPSUS Siwab, dan juga peningkatan produksi komoditi strategis lainnya seperti Bawang Merah, Cabe, Kakao dan lain-lainnya. Selain itu peningkatan kelas kemampuan kelompok tani sebagai parameter utama keberhasilan pendampingan penyuluhan pertanian terkait aspek kelembagaan pelaku utama.

Dari kegiatan pembinaan rutin yang dilakukan diharapkan komunikasi, koordinasi dan persamaan persepsi antara semua petugas pertanian bisa berjalan dengan baik, sehingga penyuluhan pertanian berjalan efektif dan efisien dan tentunya mencapai tujuan bersama dalam keberhasilan pembangunan pertanian mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani. (Roeny86).

Related Articles

Back to top button