Berita TerkiniPembinaan & Penyuluhan

Pelaksanaan Tes Tertulis Calon Penyuluh Pertanian Kontrak Kabupaten Soppeng

Watansoppeng, 28 November 2020 bertempat di ruang pertemuan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kab. Soppeng, dilaksanakan tes tertulis bagi para calon tenaga pendamping penyuluh pertanian sebagai salah satu tahapan seleksi. Perekrutan tenaga pendamping penyuluh pertanian yang dilaksanakan tersebut sebagai salah satu upaya atau solusi jangka pendek yang ditempuh dalam memenuhi kebutuhan tenaga  penyuluh pertanian di Kabupaten Soppeng. Rencananya tenaga penyuluh pertanian tersebut akan dikontrak selama 1 (satu) tahun melalui pembiayaan APBD Kabupaten Soppeng tahun 2021.

Banyaknya jumlah ASN penyuluh pertanian yang telah memasuki masa purna bakti dalam beberapa tahun terakhir, tidak seimbang dengan penerimaan ASN formasi penyuluh pertanian sehingga jumlah tenaga penyuluh pertanian semakin berkurang dan tidak mencukupi kebutuhan. Dengan program Satu Penyuluh Pertanian ditiap Desa/Kelurahan, ditambah dengan kelengkapan struktur penyuluhan pertanian tingkat Kecamatan dan Kabupaten, maka jumlah penyuluh yang ada baik dari ASN maupun THL/TBPP Kementerian Pertanian sudah tidak mencukupi lagi. Sementara keberadaan atau peran penyuluh pertanian dalam upaya pembangunan sektor pertanian, khususnya peningkatan Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap (PKS) petani sangat penting.

Proses seleksi tersebut diikuti oleh 85 orang pelamar yang didominasi dari dalam Kabupaten Soppeng,  dan beberapa diantaranya berasal dari luar daerah seperti Kabupaten Sidrap, Pinrang, Bone, Wajo, Makassar dan Bantaeng. Persaingan cukup ketat karena jumlah yang akan diterima hanya 18 Orang. Selain tes tertulis, berdasarkan jadwal akan dilanjutkan dengan tes wawancara pada hari minggu, 29 November 2020 ditempat yang sama. Penerimaan calon tenaga pendamping penyuluh pertanian ini memprioritaskan para pelamar dengan latar belakang atau pengalaman sebagai penyuluh swadaya, swakarsa yg telah lama mengabdi di BPP sebagai wujud perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian yg siap pakai di lapangan. Rencananya para penyuluh pertanian yang lolos seleksi  nantinya akan bekerja efektif sebagai penyuluh pertanian mulai 1 Januari 2021. (Sah).

Related Articles

Back to top button