Berita TerkiniTanaman Pangan

Kearifan Budaya Lokal (Petani) Soppeng

Soppeng merupakan daerah dengan segala kekayaan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki dalam setiap aspek kehidupan, masyarakatnya termasuk cukup lestari akan hal-hal tersebut. Salah satu contoh Budaya Mattudang-Tudangeng (Musyawarah) dalam sektor pertanian sebelum masuk musim tanam untuk mempersiapkan segala sesuatu yang terkait budidaya yang akan dilakukan, biasanya dirangkaikan dengan syukuran/hajatan atas hasil yang dicapai musim tanam sebelumnya. Bentuk dan model musyawarah, hajatan/syukuran ditiap daerah di Soppeng dibingkai sesuai budaya dan adat setempat.

Salah satu contoh, Minggu 1 April 2018 di Wilayah Desa Mariorilau, Kecamatan Marioriwawo, informasi dari Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kec. Marioriwawo H. Muh. Saleh, S.Pt, sedang berlangsung Mattudang-Tudangeng (Musyawarah) sekaligus Syukuran yang dilaksanakan untuk Kelompok Tani Sipurio dan Kelompok Tani Bakke’e Desa Mariorilau. Kegiatan tersebut dibingkai dalam bentuk Duduk Bersama Untuk Bermusyawarah dan Barzanji (“Barzanji ialah suatu doa-doa, puji-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang dilafalkan dengan suatu irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika kelahiran, khitanan, pernikahan dan maulid Nabi Muhammad saw” sumber : wikipedia.org) di Bujung Lompoe (Sumur Besar) Atakka Desa Mariorilau Kec.Marioriwawo. Dan tentunya acara makan bersama setelah selesainya berbagai rangkaian acara.

Hal tersebut terus dijaga masyarakat setempat dan diyakini menjadi media untuk mengucap syukur dan memperoleh keberkahan dari Sang Pencipta Allah SWT untuk keberhasilan usaha tani yang akan dijalankan. Dan masih banyak bentuk kegiatan lainnya di daerah Soppeng dengan maksud dan tujuan yang sama, tentunya melestarikan kearifan lokal di wilayah masing-masing seperti syukuran “Maccera Ase”, “Mabissa Lobo” dll.
(Roeny86)

Related Articles

Back to top button