Berita TerkiniPerkebunan

Geliat Ulat Sutera pada Pameran Hari Jadi Soppeng ke 757

Kawasan Wisata Ompo, 31 Maret 2018. Pameran Hari Jadi Soppeng sudah memasuki hari terakhir, penutupan sudah dijadwalkan panitia pelaksana pada malam hari ini. Stand Dinas Pertanian masih tampak ramai oleh para pengunjung, disaat beberapa stand sudah mulai beres-beres menjelang penutupan.

Objek favorit pengunjung nampaknya tertuju pada “geliat ulat sutera” yang dipamerkan. Sutera Soppeng yang pernah mencapai masa kejayaannya pada puluhan tahun silam dan kemudian meredup hingga saat ini menjadikan budidaya ulat sutera menjadi cukup asing bagi generasi sekarang. Hal tersebut menjadi salah satu faktor sehingga objek pameran tersebut cukup menarik. Kepala Seksi Produksi Perkebunan Dinas Pertanian Sudirman Hadi, SP. menginformasikan bahwa sejak awal pembukaan pameran sampai hari ini menjelang penutupan, objek proses produksi benang sutera ini selalu menjadi favorit dan ramai pengunjung, ditambahkan bahwa para pengunjung cukup penasaran dan aktif menanyakan detail mengenai proses budidaya ulat sutera tersebut menjadi benang sutera. Waktu budidaya yang relatif singkat sekitar 1 (satu) bulan, menghasilkan benang sutera dengan harga pada kisaran 625.000/kg.

Meskipun asing bagi para pengunjung, akan tetapi budidaya ulat sutera ini sebenarnya sudah kembali digencarkan era Pemerintah Kab. Soppeng saat ini dibawah kepemimpinan Bupati H.A. Kaswadi Razak,SE. dan Wakil Bupati Supriansa SH. MH., dengan komitmen untuk “Mengembalikan Kejayaan Sutera Soppeng”. Perluasan areal tanaman murbei dan bantuan bibit sutera ras china telah dilakukan dan diharapkan bisa meningkatan produksi benang sutera di Kab. Soppeng yang tentunya berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat petani. Semoga Ulat Sutera terus bergeliat di Kabupaten Soppeng demi kembalinya kejayaan Sutera Soppeng.

(Roeny86)

Related Articles

Back to top button