Berita TerkiniPerkebunan

Bimtek Calon Produsen Benih Perkebunan

Desa Labae, Kec. Citta, Sabtu 19 Mei 2018 dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Calon Produsen Benih Tanaman Perkebunan kepada para kelompok tani berbasis tanaman perkebunan. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Kabupaten Soppeng, tepatnya di Desa Labae Kec. Citta. Bimbingan Teknis yang dilaksanakan di rumah salah satu pengurus kelompok tani di Desa Labae dihadiri oleh peserta dari para anggota kelompok tani sekitar 100 orang dari 4 (empat) kelompok tani yang menjadi target kegiatan di Desa Labae.  Tim dari UPTD Benih Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Direktur Perbenihan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Ir. H. Anas, M.Si hadir selaku narasumber utama, didampingi Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kab. Soppeng Makmur Heryal, S.Hut, MP., Kepala Seksi Produksi Perkebunan Dinas Pertanian Kab. Soppeng Sudirman H. SP. M.Si dan Koordinator BPP Kec. Citta Alimuddin, SP.

Bimbingan teknis ini dilaksanakan dengan tujuan memberi pemahaman awal kepada masyarakat petani akan pentingnya penggunaan bibit unggul yang diketahui asal-usulnya, diharapkan kedepan tidak ada lagi masyarakat yang menggunakan bibit asalan, terutama bibit perkebunan. Selain itu bimtek ini sebagai bekal persiapan kepada para petani anggota kelompok yang berminat menjadi produsen benih dalam memproduksi benih tanaman perkebunan yang unggul dan berkualitas. Benih merupakan persyaratan utama dalam keberhasilan usaha tani yang digeluti oleh para petani, sehingga harus dijamin mutu dan kualitas benih sebagai bahan tanam yang digunakan. Dari kegiatan ini diharapkan para calon produsen benih memahami dengan baik mengenai teknis pelaksanaan, penyediaan benih tanaman perkebunan yang unggul dan berkualitas. Adapun fokus utama benih yang akan diproduksi disesuaikan dengan potensi, baik dari aspek teknis maupun non teknis terutama tingkat minat masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, jenis benih perkebunan yang dijadikan sampel dalam materi  yaitu jenis kakao dan lada. Seperti kita ketahui bersama, Kabupaten Soppeng merupakan salah satu daerah sentra komoditi Kakao di Sulawesi Selatan bersama dengan wilayah Wajo dan Luwu Raya. Sementara lada, beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan pesat karena tingginya minat masyarakat untuk membudidayakan komoditi tersebut. Khusus kakao, ketersediaan benih unggul dan bermutu diharapkan bisa menjadi solusi untuk kembali meningkatkan produksi kakao di Kabupaten Soppeng. Pertanaman kakao saat ini banyak mengalami kerusakan dan sudah tidak produktif, selain faktor hama dan penyakit, usia sebagian besar kakao sudah melewati batas produktif sehingga membutuhkan rehabilitasi maupun peremajaan kakao. Sementara komoditi lada yang terus berkembang, dengan pembukaan lahan baru maupun pergantian tanaman atau tanaman sela juga membutuhkan ketersediaan benih unggul dan bermutu. Dari kegiatan ini sangat diharapkan akan tumbuh produsen benih perkebunan yang tentunya bisa menghasilkan benih unggul, bermutu dan tersertifikasi terutama dalam memenuhi kebutuhan lokal di Kabupaten Soppeng, maupun untuk suplai ke daerah-daerah pengembangan komoditi perkebunan lainnya.

Related Articles

Back to top button