ArtikelHortikulturaTeknologi

Cara Pengendalian Lalat Buah

Repost from IG @pertanianku

Disadur dari salah satu artikel pada akun instagram @pertanianku, yaitu terkait pengendalian lalat buah. Salah satu jenis hama yang bisa mengakibatkan kerusakan pada hasil produksi tanaman buah, ditengah semakin meningkatnya minat petani dalam membudidayakan tanaman buah sebagai salah satu sumber pendapatannya. Berikut ulasan cara pengendalian lalat buah.

1. Secara kultur teknis

Pertama, lakukan sanitasi lahan. Tujuannya untuk memutuskan daur hidup lalat buah sehingga perkembangan lalat buah dapat ditekan. Sanitasi dilakukan dengan cara mengumpulkan buah yang jatuh atau busuk, kemudian dimusnahkan dan dibakar atau dibenamkan di dalam tanah.

Pastikan bahwa larva tidak dapat berkembang menjadi pupa. Pupa yang ada dalam tanah dapat dimusnahkan dengan cara membalikkan tanah di sekitar tanaman. Selain itu, gunakan perangkap lem kuning atau lem tikus bening yang dicampur dengan sedikit metyl eugenol untuk menangkap lalat buah dewasa.

Bisa juga dilakukan dengan pengasapan, yaitu membakar sampah kering dan di bagian atasnya ditutupi sampah basah agar dapat dihasilkan asap dan tidak sampai terbakar. Kepulan asap yang menyebar ke seluruh bagian tanaman akan mengusir keberadaan hama lalat buah.

2. Pengendalian secara fisik/mekanis

Gunakan perangkap atraktan metyl eugenol/cue lure yang dipasang atau digantung di dalam perangkap yang terbuat dari bekas air mineral untuk menangkap lalat jantan. Bagian dasar botol diberi sedikit air agar lalat buah mati terendam air. Sebaiknya, perangkap dipasang di bagian luar lahan atau di bagian pinggir pertanaman. Tujuannya agar lalat tidak terkumpul di tengah pertanaman.

3. Pengendalian secara biologi

Pengendalian secara biologi dapat dilakukan dengan menghasilkan lalat buah jantan mandul. Teknik pengendalian jantan mandul berhasil mengendalikan hama lalat buah di Jepang. Dengan melepaskan serangga jantan yang sudah mandul, telur yang dihasilkan dari perkawinan dengan lalat betina menjadi steril atau tidak bisa menghasilkan keturunan, dan akhirnya populasi akan turun dan musnah.

Anda juga bisa memanfaatkan musuh alami, baik parasitoid, predator maupun patogen untuk mengendalikan hama. Namun, di Indonesia belum banyak diterapkan. Jenis parasitoid yang banyak ditemukan adalah Biosteres sp. dan Opius sp. (Braconidae). Predator lalat buah yang umum adalah semut, laba-laba, kumbang stafilinid, dan cocopet (Dermaptera). Jenis patogen yang banyak menyerang pupa lalat buah adalah Beauveria sp.

Baca artikel tentang agribisnis di www.pertanianku.com.

Related Articles

Back to top button