Berita TerkiniTanaman Pangan

Ribuan Hektar Tanaman Terendam Banjir

Soppeng,  23 Januari 2019.

Curah hujan yang sangat tinggi dalam 2 (dua)  hari terakhir di hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan telah mengakibatkan banjir di sebagian besar wilayah. Tak terkecuali di Kabupaten Soppeng,  banjir terjadi di beberapa titik terutama pada wilayah sekitaran aliran sungai walannae. Salah satu dampak besar yang merugikan akibat banjir di Kabupaten Soppeng adalah sektor pertanian.

Berdasarkan laporan pemantauan lapangan dari para petugas lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng,  titik-titik yang mengalami banjir mulai dari wilayah Kecamatan Marioriwawo tepatnya Desa Barae dan Mariorilau berupa pertanaman jagung dan di Desa Soga berupa cabai rawit, Kecamatan Liliriaja Desa Jampu banjir merendam pertanaman padi dan jagung.

Sedangkan di Kecamatan Lilirilau, Donri-Donri dan Ganra sebagian besar berupa pertanaman padi.  Untuk Kecamatan Lilirilau berdasarkan laporan yang masuk pada Dinas Pertanian per 23 Januari Pukul 12.00, ada 896 Hektar yang terdampak dan tersebar di 6 Desa/Kelurahan yaitu Pajalesang, Cabbenge,  Macanre,  Ujung, Baringeng dan Kebo.

Dan untuk Kecamatan Ganra,  4 Desa yang ada terdampak banjir dengan total 1.508 Hektar,  yang terbesar di wilayah Desa Lompulle yaitu 789 Hektar yang tersebar di 13 Kelompok Tani. Sementara Kecamatan Donri-Donri berdasarkan laporan yang masuk sudah mencapai 670 Hektar yang tergenang dan tersebar di 3 Desa yaitu Kessing, Leworeng dan Lalabata Riaja.

Selain itu,  informasi dari petugas penyuluh pertanian,  banjir juga merendam pertanaman padi di wilayah Kecamatan Citta tepatnya Desa Kampiri, tapi belum terpantau dalam laporan jumlah luasan terdampak. Untuk sementara masih terus dilakukan updating data dampak bencana banjir, melalui koordinasi semua petugas lingkup Dinas Pertanian (PPL,  POPT dan staf). Total lahan pertanaman terendam banjir berdasarkan laporan yang masuk pada bidang tanaman pangan yaitu 3.126 Hektar tanaman padi dan 43 Hektar tanaman jagung. (admin).

Related Articles

Back to top button