Berita TerkiniTanaman Pangan

Kunjungan Menteri Pertanian RI di lokasi banjir Kab. Soppeng

Desa Kessing Kab. Soppeng, 10 Juli 2018. Dampak dari tingginya intensitas hujan beberapa waktu yang lalu mengakibatkan banjir pada beberapa wilayah, termasuk di Kab. Soppeng. Hal tersebut menyebabkan ribuan hektar sawah yang terendam dan mengalami gagal panen, khususnya Kecamatan Lilirilau, Donri-Donri dan Marioriawa. Hal tersebut menjadi agenda kunjungan kerja Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Soppeng, tepatnya di Tokare, Desa Kessing Kec. Donri-Donri. Didampingi Pangdam XIV Hasanuddin, Wakapolda Sulsel, Kepala Balitbangtan Kementan, Bupati Soppeng dan Jajaran Pejabat terkait lainnya, Menteri Pertanian meninjau langsung lokasi persawahan yang terendam banjir, bahkan turun langsung ke tengah genangan banjir dengan menggunakan perahu bermotor.

Setelah melakukan peninjauan langsung, Menteri Pertanian langsung menyerahkan secara simbolis berbagai jenis bantuan yg dibawa untuk korban banjir, seperti bantuan benih, pupuk, klaim asuransi usaha tani padi (AUTP) dan juga alat mesin pertanian, termasuk satu unit ekscavator untuk dimanfaatkan pemerintah Kab. Soppeng dalam penyediaan prasarana pertanian. Kemudian lanjut dengan agenda diskusi dengan para petani. “Saya datang kesini atas arahan Bapak Presiden, setelah beliau mendengar kabar adanya banjir yang merendam ribuan hektar lahan sawah di Sulawesi Selatan” Ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Bantuan langsung dibawa, bukan untuk bikin janji-janji, semua untuk meringankan beban masyarakat, khususnya di Kab. Soppeng ini, lanjutnya.

Dalam kunjungan tersebut, memang sudah nampak deretan truk pengangkut pupuk dan benih untuk petani terdampak banjir, hal tersebut cepat diupayakan agar lahan yang telah surut nantinya bisa cepat tertanami kembali. Selain itu juga nampak bantuan ekscavator yang dijadikan panggung oleh bapak Menteri Pertanian bersama pejabat lainnya dalam melakukan diskusi dengan para petani. Menanggapi berbagai pertanyaan, bapak Menteri Pertanian pada intinya sangat peduli dengan kebutuhan petani. Sementara menanggapi awak media terkait banjir, beliau menyampaikan bahwa banjir tidak akan berpengaruh besar pada penurunan produksi pangan, hal tersebut disebabkan adanya program “Luas Tambah Tanam” yang dijalankan sehingga menutupi luasan areal yang puso akibat banjir. Selain itu lokasi banjir difasilitasi berbagai jenis bantuan agar bisa tanam kembali, seperti yang dilakukan saat ini. Selesai semua agenda, Menteri Pertanian langsung meninggalkan lokasi bersama para rombongan.

Related Articles

Back to top button