Berita TerkiniPeternakan

Peneliti Asal Jepang Meneliti Ternak Kambing Lokal Di Kel. Tani Limpotengnga Kel. Macanre Kec. Lilirilau Kab. Soppeng

By : Aprilia Triasni (PPL Kel. Macanre)

Jumat, 22 Juni 2018, Tim Peneliti dari Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (UNHAS) bersama tim peneliti asal Jepang melakukan pengambilan sampel darah pada ternak kambing lokal yang ada di Sulawesi Selatan khususnya  jenis Kacang dan Marica di Kelompok Tani Limpotengnga Kel. Macanre Kec. Lilirilau Kab. Soppeng. Para peneliti tersebut didampingi oleh Penyuluh Pertanian setempat dan Ketua Kelompok Tani Limpotengnga. Kelompok Tani tersebut dipilih karena beberapa anggota yang bergabung dalam merupakan peternak kambing.

Para peneliti mangambil sampel darah dari setiap peternak kambing khususnya pada kambing Jenis Kelamin Jantan baik Indukan maupun anakan. Ada 13 sampel darah dari 11 orang peternak yang berhasil dikumpulkan oleh para peneliti tersebut. Sampel darah tersebut akan diuji di Laboratorium Terpadu Fakultas Peternakan UNHAS dan hasilnya akan dipublikasikan secara bersama di Jurnal Internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk karakterisasi ternak lokal dalam hal pelestarian plasma nutfah khususnya Kambing Jenis Kacang dan Marica yang merupakan ternak lokal dan asli Sulawesi Selatan, yang mana kedua jenis kambing ini sudah terancam punah.

Penelitian tersebut merupakan kolaborasi penelitian Internasional yang didanai melalui kegiatan JSPS (Japan Society for the Promotion of Science) oleh pemerintah Jepang kerjasama dengan program WCP (World Class Professor) yang di danai oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Republik Indonesia. Penelitian ini melibatkan dua orang peneliti asal Jepang yaitu Prof. Hideyuki Mannen (Kobe University) dan Prof. Yamamoto Yoshio (Hiroshima University) serta dua orang peneliti asal Indonesia yaitu Prof. Sri Rachma A.B dan DR. Muh. Ihsan A. Dagong (Universitas Hasanuddin). Selain kambing, juga akan diteliti ayam kampung dan ayam hutan asli Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan pada empat Kabupaten di Sulawesi Selatan yaitu Soppeng, Sidrap, Maros dan jeneponto.

 

 

Related Articles

Back to top button