ArtikelTanaman Pangan

Untung atau Rugi, Layak atau Tidak Usaha Tani yang anda jalankan!!

ANALISA USAHA TANI Oleh Amriana Latief, S.Pt (THL–TBPP Kab. Soppeng)

Usaha tani adalah kata yang tidak asing lagi bagi telinga kita. Sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani.  Pertanian juga yang menjadi penyedia pangan utama untuk kita.  Namun demikian, sebagian besar petani kita masih mengelola usaha pertaniannya secara konvensional.  Misalnya untuk usaha tani padi sawah,  kebanyakan petani adalah sebagai penggarap.  Biasanya mereka dibantu oleh anak atau istrinya dalam mengelola usaha tersebut.  Dengan pertimbangan, tenaga kerja yang digunakan adalah keluarga, maka mereka tidak memasukkannya sebagai tenaga kerja yang harus dibayar.

Disinilah peran analisa usaha tani, yaitu menghitung semua komponen biaya, pendapatan serta keuntungan yang diperoleh.  Analisa usaha tani berasal dari kata analisis/analisa yaitu menelaah, mengurai dan kata usaha tani yaitu suatu tempat dimana seseorang atau sekumpulan orang berusaha mengelola unsur-unsur produksi seperti alam, tenaga kerja, modal dan keterampilan dengan tujuan berproduksi untuk menghasilkan sesuatu di lapangan pertanian. Menurut Soekartawi (1995), Ilmu usaha tani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang mengalokasikan sumberdaya yang ada secara efektif  dan efisien untuk memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu.  Dikatakan efektif apabila petani dapat mengalokasikan sumber daya yang mereka miliki sebaik-baiknya, dan dapat dikatakan efisien apabila pemanfaatan sumber daya tersebut mengeluarkan output yang melebihi input.  Sementara menurut Adiwilaga (1982), ilmu usaha tani adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan orang yang melakukan pertanian dan permasalahan yang ditinjau secara khusus dari kedudukan pengusahanya sendiri.  Atau ilmu usaha tani yaitu menyelidiki cara-cara seorang petani sebagai pengusaha dalam menyusun, mengatur dan menjalankan perusahaan itu.

Analisis Usaha Tani adalah ilmu terapan yang membahas atau mempelajari bagaimana menggunakan sumberdaya secara efisien dan efektif pada suatu usaha pertanian agar diperoleh hasil maksimal. Sumber daya itu adalah lahan, tenaga kerja, modal dan manajemen (Shinta, 2011). Dari beberapa definisi yang dikemukakan, maka dapat dikatakan  bahwa analisa usaha tani menjadi penting untuk mengukur efisiensi  sumber daya yang digunakan. Menurut Shinta (2011), produktivitas usaha tani semakin tinggi bila petani atau produsen mengalokasikan Faktor produksi  berdasarkan prinsip efisiensi teknis dan efisiensi harga.  Faktor produksi dalam usaha tani memiliki kemampuan terbatas untuk berproduksi secara berkelanjutan, tetapi dapat ditingkatkan nilai produktivitasnya melalui pengelolaan yang tepat, misalnya faktor produksi lahan. Faktor produksi terdiri dari :

  1. Tanah/lahan/alam. Tanah merupakan tempat tumbuhnya tanaman, tempat tanaman mengambil zat-zat hara dan tanah juga ada yang subur dan kurang subur. Sementara berdasarkan statusnya ada lahan milik sendiri, sewa atau garapan.
  2. Tenaga kerja, adalah energi yang dicurahkan dalam suatu proses kegiatan untuk menghasilkan suatu produk. Tenaga kerja manusia (baik laki-laki, perempuan atau pun anak-anak) bisa berasal dari keluarga ataupun luar keluarga (Shinta, 2011).  Ukuran tenaga kerja biasa diistilakan HOK (Hari Orang Kerja)
  3. Modal, dapat berupa uang, tanah , bangunan, tabungan, saprodi , peralatan pertanian dan sabagainya.
  4. Manajemen, yaitu kemampuan mengelolah tiga faktor produksi sehingga menghasilkan produksi yang maksimal.

Macam-Macam Analisa Usaha Tani

Menurut Shinta (2011) ada beberapa macam analisis usaha tani yaitu : analisa data sederhana,  analisa struktur biaya,  penerimaan dan keuntungan usaha tani, Analisa dengan Linear Programming, Analisa Efisiensi, Analisa Regresi, Analisa Finansial, Analisa Ekonomi, Analisa Anggaran Parsial.  Namun kali ini kita hanya akan membahas analisa struktur biaya, penerimaan dan keuntungan usaha tani serta analisis finansial.

  1. Analisa Stuktur Biaya, penerimaan dan keuntungan adalah hal yang umum dijumpai dalam membuat analisa usaha tani. Menurut Rusdin (2011) Komponen analisis tersebut dibedakan atas dua komponen yaitu: Komponen biaya, meliputi: sewa traktor  dan pengolahan tanah, saprodi, tenaga kerja dan biaya lainnya (sewa pompa air);  Komponen pendapatan, meliputi : produksi, harga gabah kering giling (GKG) dan Keuntungan finansial usahatani diperoleh selisih penerimaan dengan total biaya produksi. Penerimaan usaha tani adalah perkalian antara produksi yang dihasilkan dengan harga jual.  Namun menurut Shinta (2011) dalam menghitung penerimaan usahatani perlu diperhatikan hal hal berikut :
  • Hati-hati dalam menghitung produksi pertanian, karena tidak semua produk pertanian bisa dipanen secara serentak. Contoh: Menghitung produksi padi per ha mudah karena proses panennya serentak Menghitung produksi tomat relatif sulit karena tomat dipanen bisa tidak berbarengan sesuai tingkat kematangan.
  • Hati-hati dalam menghitung penerimaan : Produksi mungkin dijual beberapa kali, sehingga diperlukan data frekuensi penjualan . Produksi mungkin dijual beberapa kali pada harga jual yang berbeda.

Biaya usahatani dapat diklasfikasikan sebagai berikut :

  • Total fixed cost (TFC) yaitu biaya yang dikeluarkan perusahaan atau petani yang tidak mempengaruhi hasil output / produksi. Berapapun jumlah output yang dihasilkan biaya tetap itu sama saja. Contoh: sewa tanah, pajak, alat pertanian, iuran irigasi.
  • Total Variable Cost (TVC) yaitu biaya yang besarnya berubah searah dengan berubahnya jumlah output yang dihasilkan. Contoh pupuk, pakan, benih/bibit.
  • Total cost (TC) yaitu total biaya / TC = TFC + TVC
  • Keuntungan (pendapatan) usaha tani adalah selisih antara penerimaan dan semua biaya atau keuntungan = TR (Total Revenue) – TC (Total Cost)

Pada usaha tani, penerimaan dan pendapatan adalah hal yang berbeda  penerimaan (R) usaha yaitu jumlah nilai uang (rupiah) yang diperhitungkan dari seluruh produk yang laku terjual.  Dengan kata lain penerimaan usaha merupakan hasil perkalian antara jumlah produk yang terjual dengan harga. Sedangkan Pendapatan usaha tani adalah jumlah nilai uang (rupiah) yang diperoleh pelaku usaha setelah penerimaan (R) dikurangi dengan seluruh biaya atau Total Biaya (TC).  Oleh karena itu pendapatan usaha disebut juga sebagai laba usaha (Abuistiqomah, 2011).

2. Analisis Finansial

Analisis finansial digunakan untuk mengetahui apakah usahatani yang diusahakan layak dan menguntungkan untuk dikembangkan atau dikatakan  masih dalam tingkat efisiensi  (Shinta, 2011).  Analisis ini meliputi penilaian terhadap tingkat resiko, tingkat keuntungan, modal kerja dengan parameter yang biasa dipakai seperti :

  • B/C ratio yaitu perbandingan antara keuntungan (Benefit) dengan biaya usaha (Cost), jika : B/C ratio > 0, usahatani menguntungkan; B/C ratio < 0 usahatani tidak menguntungkan; B/C ratio = 0, usaha impas
  • R/C ratio yaitu perbandingan antara penerimaan (Return) dengan biaya usaha (Cost) jika : R/C ratio > 1, usahatani layak dikembangkan; R/C ratio < 1, usahatani tidak layak dikembangkan; R/C ratio = 1, usahatani impas
  • BEP (Break Event Point) titik pulang pokok, yaitu kondisi dimana suatu usaha tidak menghasilkan keuntungan ataupun tidak menderita kerugian.

Contoh Perhitungan Analisa Usahatani Padi Sawah dengan Penerapan Teknologi Sistim legowo 2:1 (Ninra A, dkk, 2012) dapat dilihat disini.

Penutup

Analisis Usaha Tani adalah ilmu terapan yang membahas atau mempelajari bagaimana menggunakan sumberdaya secara efisien dan efektif pada suatu usaha pertanian agar diperoleh hasil maksimal.

Sumber Pustaka

Abuistiqomah. 30 Juni 2011.  Kelayakan Usaha Agribisnishttp://abuistiqomah.blogspot.com/2011/06/analisis-usahatani-agribisnis.html (Online). Diakses Tanggal 2 Februari 2018

Ninra Asniati, Didi Rukmana, Muhammad Arsyad.  2012. Pendapatan Usahatani Padi Sawah dengan Penerapan Teknologi Sistim legowo 2:1 di Kabupaten Bantaeng .  Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Makassar.   Tersedia: http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/6a2028b1b6d221fc6c0bdd0de7f60934.pdf (Online). Diakses Tanggal 2 Februari 2018

Prasetyo Edi dan Agus Setiadi, 2004, Handout kuliah Manajemen agribisnis peternakan (Pengantar Manajemen Agribisnis). Laboratorium Sosial Ekonomi Peternakan  Jur. Produksi Ternak Fapet, Universitas Diponegoro : Semarang.

Rusin. 13 Mei 2011.   Analisis Usahatani Padi Sawah dengan Pendekatan PTT.  http://anakanak/pertanian/Analisis%20Usahatani%20Padi%20Sawah%20Dengan%20Pendekatan%20PTT%20%20%20E-petani.htm (Online). BPTP Sultra Diakses Tanggal 2 Februari 2018

Shinta Agustina, 2011.  Ilmu Usahatani.  Universitas Brawijaya Press (UB Press).  Malang.  Tersedia : http://shinta.lecture.ub.ac.id/files/2012/11/Ilmu-Usaha-Tani.pdf (Online). Diakses Tanggal 2 Februari 2018

Soekartawi.  1995.  Analisis Usahatani, UI Press : Jakarta

Related Articles

Back to top button