Berita TerkiniPengolahan & Pemasaran

Pelatihan Pasca Panen dan Pengolahan Komoditi Hasil Perkebunan

Watansoppeng, 15 Mei 2018 bertempat di ruang pertemuan Kantor Dinas Pertanian, Salotungo Watansoppeng dilaksanakan kegiatan Pelatihan Pasca Panen dan Pengolahan Komoditi Hasil Perkebunan. Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pertanian melalui Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian sebagai upaya pengembangan sektor hilir (pasca panen dan pengolahan) pertanian, yang tentunya bisa memberikan peningkatan nilai tambah dari produk pertanian yang ada di Kabupaten Soppeng.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan dan Pelaku Usaha Industri Pengolahan Hasil Perkebunan yang sudah eksis selaku Narasumber, sementara peserta dari kelompok-kelompok usaha pengolahan dan kelompok wanita tani sebanyak 30 orang dari beberapa kecamatan Se Kabupaten Soppeng. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari, dimana hari pertama dan kedua sudah berlangsung. Untuk hari pertama materi terkait pengolahan Gula Semut, yaitu produk olahan dari Aren yang berbentuk gula merah serbuk, yang populer dengan istilah gula semut. Sedangkan hari kedua terkait pengenalan metode dan proses pengolahan kopi yang berkualitas, dan hari ketiga terkait pengolahan kakao menjadi produk coklat. Kesemua proses pengolahan yang dibawakan disesuaikan dengan kondisi para peserta, yaitu proses yang menggunakan teknologi sederhana tepat guna, sehingga selesai pelatihan bisa dipraktekkan oleh masing-masing peserta dengan perlengkapan dan peralatan yang tersedia.

Ketiga jenis komoditi yang dijadikan bahan praktek pada kegiatan tersebut, cukup potensial di wilayah Kabupaten Soppeng. Gula semut misalnya, aren yang selama ini hanya diolah menjadi gula merah oleh para pengrajin gula merah tradisional menghadapi kendala utama terkait harga, disamping itu diolah menjadi minuman tuak tapi tidak bertahan lama (cepat mengalami kerusakan). Teknologi pengolahan menjadi gula semut sangat potensial meningkatkan penghasilan petani aren, sehingga bisa menjadi alternatif usaha pengolahan hasil aren. Berdasarkan informasi dari pihak panitia pelaksana, narasumber siap memfasilitasi petani di Kabupaten Soppeng dalam hal pemasaran gula semut jika sudah berproduksi, tentunya hal tersebut menjadi peluang dalam pengembangan usaha hilir pertanian di Kabupaten Soppeng. Jaminan pasar dan harga yang selama ini menjadi kendala para petani untuk menghasilkan produk bisa teratasi. Hal tersebut tentunya bisa berjalan apabila ada tindaklanjut dan langkah taktis yang ditempuh, baik dari para petani sendiri terkait kemauan dan kemampuan berproduksi serta fasilitasi pemerintah daerah melalui unsur-unsur terkait.

Sementara khusus komoditi kopi, yang wilayah produksinya terbatas pada daerah-daerah pegunungan, Kabupaten Soppeng memiliki jenis kopi khas yaitu berbiji tunggal yang disebut Kopi Tungke. Kopi tersebut sebenarnya sudah diolah dan dikemas, hanya saja melalui pelatihan ini diharapkan proses penanganan pasca panen dan pengolahan yang sudah dilakukan bisa lebih baik, agar produk kopi yang dihasilkan lebih bermutu dan berkualitas. Dalam materi yang dibawakan oleh Tim dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, dipaparkan berbagai jenis kopi yang ada di Sulawesi Selatan sebagai perbandingan dengan Kopi Tungke itu sendiri, tentunya termasuk proses penanganan pasca panen dan pengolahan masing-masing, dengan cita rasa dan keunggulannya.

Khusus untuk kakao, Kabupaten Soppeng termasuk dalam penetapan kawasan pertanian strategis untuk komoditi tersebut. Potensi produksi kakao di Kabupaten Soppeng cukup besar, hanya saja berbagai masalah dalam proses budidaya menjadi kendala petani beberapa tahun terakhir, sehingga produksi belum optimal dan cenderung mengalami penurunan. Dalam kegiatan pelatihan ini, komoditi kakao diolah menjadi bahan setengah jadi berupa lemak kakao dan bubuk kakao, selanjutnya lemak kakao dibuat produk makanan coklat berbentuk permen coklat, materi dibawakan oleh Tim dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan. Khusus untuk proses pengolahan kakao ini, para peserta cukup antusias karena materi pengolahan yang berbasis teknologi sederhana, sementara kakao hampir menyeluruh ada di wilayah asal para peserta dan sebagaimana kita ketahui bersama produk makanan coklat dipasaran cukup bervariasi dan mahal sehingga menambah motivasi para peserta untuk mengikuti materi proses pembuatan permen coklat tersebut.

Dari kegiatan pelatihan ini, para peserta sangat diharapkan untuk bisa menerapkan teknologi yang telah dipelajari, sehingga bisa mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Soppeng, yang berdampak pada peningkatan nilai tambah produk hasil pertanian sehingga pendapatan petani bisa lebih meningkat. Nilai tambah yang selama ini hanya dinikmati oleh para pelaku industri besar, bisa diraih dengan penerapan teknologi tepat guna, tentunya dengan usaha dan kemauan dari para petani/wanita tani serta dukungan dari pemerintah.

Related Articles

Back to top button